download

Minggu, 03 Juli 2011


INTERPERSONAL SKILL
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Interpersonal Skill


Di Susun Oleh :

ABD ROQIB
04210039



FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS NAROTAMA
SURABAYA
2011


KATA PENGANTAR


Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah menimpakan rahmat dan karuniaNya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw, yang telah memberi kelancaran dan kemudahan pada kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Interpersonal Skill.
Penulis mengharap kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Akhirnya hanya kepada Allah Swt kami mengharap ridho agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya.




                                                                                  Surabaya, 04 Juli 2011

                                                                                                                 Abd Roqib



















DAFTAR ISI



Cover……………………………………………………………………………..….. i
Kata Pengantar………………….……………………………..………………….. ii
Daftar Isi…………………………………………………………………………….. iii
Bab I  PENDAHULUAN…………………………………………………...……….. 1
A. Pengertian Interpersonal Skill …………………………………….......…....….. 1
B. Mengapa Perlu Ketrampilan Interpersonal …………………………………...... 1
C.Kegunaan Interpersonal Skill …………………………………………………... 1
BAB II TINJUAN PUSTAKA ………………………..…….…………….……......... 3
A. Interpersonal Skill ……………...………………………………..…………..... 3
B. Intrapersonal Skill ………...........................................…………………..……. 5
BAB III TEORI MOTIVASI ………………………………………………………... 7
  1. Teori Motivasi ……………………………………………………………...…. 7
BAB III  PENUTUP………………………………………………………………… 9
  1. Kesimpulan………………………………………………………………...…. 9
  2. Saran………………………………………………………………………..... 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................10

 
BAB I PENDAHULUAN
A.    A.Pengertian Interpersonal Skill

Interpersonal Skill merupakan salah satu dari soft skill yang banyak diminta oleh perusahaan untuk berbagai jabatan dan posisi.Interpersonal Skill bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari. Interpersonal Skill yang baik dapat dibangun antara lain dari kemampuan mengembangkan perilaku dan komunikasi yang asertif.

B.     B.Sofskill Dan Hardskill

a)      Softskill
Adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang yang dapat dikatagorikan menjadi kehidupan social komunikasi, bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, optimasi
b)      Hardskill
Hard Skill adalah skill yang berdasarkan bidang yang betul-betul dia menjadi pakar di dalamnya. contohnya jika dia adalah seorang ekonom, maka dia seharusnya menguasai konsep-konsep atau teori-toeri tentang ilmu ekonomi serta dapat melakukan analisa terhadap persoalan-persoalan yang menjadi kepakaran dia.

Baik hard skill maupun soft skill dua-duanya sangatlah penting, karena manusia pasti berinteraksi dengan manusia lain, baik di pekerjaan, di sekolah atau kuliah, di toko maupun pasar.

Pentingnya softskill tidak perlu diragukan, bagamana tidak seseorang yang genius sekalipun akan membutuhkan kemampuan soft skill ini. misalkan ada seseorang yang memiliki kepakaran yang handal di bidang elektronika, maka untuk dia bisa bekerja di bidangnya maka dia terlebih dahulu akan diuji dan diwawancarai oleh pemimpin atau bagian HRD suatu perusahaan, di saat wawancara itu dia harus berhasil mengkomunikasikan dengan baik apa yang dia tawarkan kepada perusahaan tempat dia akan bekerja. di situlah awal kita tahu bahwa walaupun seseorang memiliki kejeniusan terhadap suatu bidang tanpa didukung oleh kemampuan bernegosiasi yang baik maka orang tersebut bisa menemui kesulitan ketika di suatu waktu dia harus berinteraksi dengan orang lain disekitar lingkungan dia bekerja atau lingkungan dimana dia tinggal.

C.  C.    Kegunaan Hard dan soft skill

Sering digunakan saat melamar pekerjaan. hard skill penting digunakan dalam wawancara, soft skill sebagai lahan pekerjaan karena perusahaan ingin seseorang yang tidak hanya menjalankan fungsi pekerjaan mereka, namun akan menjadi sesuai dengan kepribadian yang baik bagi perusahaan dan membuat kesan yang baik pada klien.
Hard skills merupakan bagian penting dari pekerjaan apa pun. Misalnya seorang dokter hewan membutuhkan pengetahuan dan keterampilan diagnostik hewan. Namun, jika mereka tidak memiliki soft skill tertentu mereka mungkin gagal untuk menunjukkan atau kurangnya empati kesabaran untuk menjawab pertanyaan. . Sebagai hasil pasien dapat memilih untuk pergi ke tempat lain. Namun, jika mereka tidak memiliki soft skill tertentu mereka mungkin gagal untuk menunjukkan atau kurangnya empati kesabaran untuk menjawab pertanyaan. . Sebagai hasil pasien dapat memilih untuk pergi ke tempat lain.
Untuk itu kita harus mampu menyeimbangkan soft skills dan hard skills .
menyeimbangkan soft skills dan hard skills dapat dilakukan dengan beberapa cara :
- mampu memenajemen waktu antara belajar dan berorganisasi
- dengan sistem SCL pelajar mampu menyeimbangkan hard dan soft skillnya
- meningkatkan kemampuan untuk living skill,learning skills dan thingking skills

Contoh penerapan Hard Skill adalah segala ketrampilan yang dimiliki misalnya ketrampilan penguasaan Bahasa Asing, ketrampilan penguasaan mengenai IT dan lain-lain, seperti profesi akuntan di sebuah perusahaan. Supaya bisa menjalankan profesinya, dia harus menguasai teknik akunting, keterampilan kerja seperti mengetik, menulis, matematika, membaca dan kemampuan untuk menggunakan program perangkat lunak

Contoh penerapan Soft Skill meliputi social interaction, ketrampilan teknis dan managerial, kemampuan ini adalah salah satu hal yang harus dimiliki tiap mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, misalnya ketelatenan, kesabaran, daya adaptasi terhadap kondisi kerja yang monoton, serta ketahanan terhadap stres pada saat beban kerja menumpuk. Semua kemampuan ini bersifat abstrak, tidak kasatmata, sulit diukur, dan biasanya tidak diajarkan di bangku sekolah maupun kursi kuliah.
Konsep tentang soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal.
Nah, untuk menjadi seorang yang sukses setidaknya kita harus mampu menyeimbangkan 2 ketrampilan tersebut.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.   A. Interpersonal Skill

Interpersonal Skill merupakan salah satu dari soft skill yang banyak diminta oleh perusahaan untuk berbagai jabatan dan posisi. Sudahkah Anda memiliki ketrampilan ini? Silakan simak beberapa poin berikut:
Interpersonal Skill bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari.
Interpersonal Skill yang baik dapat dibangun antara lain dari kemampuan mengembangkan perilaku dan komunikasi yang asertif. Asertif secara sederhana berarti mampu secara aktif menyatakan gagasan, harapan atau perasaan (baik yang positif atau negatif) secara langsung dan apa adanya, tanpa menyerang atau merugikan orang lain.Berlaku asertif yang tampaknya mudah ini seringkali menjadi ekstra sulit dalam situasi konflik atau situasi di mana terjadi perbedaan kepentingan antar individu dalam suatu kelompok/organisasi.
Prinsip-prinsip dasar perilaku atau komunikasi yang asertif antara lain adalah menghargai hak orang lain untuk menyampaikan gagasan atau pendapat, untuk didengarkan dan diperlakukan dengan penuh respek serta untuk berbeda pendapat.
Perilaku atau komunikasi asertif membantu kita untuk mendapatkan citra positif tentang diri sendiri dan orang lain,mengembangkan saling respek dengan orang lain, membantu kita mencapai tujuan, melindungi diri kita agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain sekaligus tidak melukai orang lain.
Contoh komunikasi asertif ketika harus menegur orang lain “Saya merasa terganggu kalau kamu terlambat hadir di rapat ini. Saya merasa membuang waktu dan frustasi kalau harus mengulang kembali apa yang sudah saya bicarakan. Bisakah kamu datang tepat waktu lain kali?”
Peganglah prinsip menghargai orang lain dengan menguasai bahasa tubuh, ekspresi wajah dan intonasi Anda ketika berkomunikasi secara asertif. Bersikap asertif sangat berguna dalam membangun Interpersonal Skill secara umum, tetapi penerapannya tetap harus selektif karena mungkin tidak bisa berhasil untuk semua kasus.

Terdapat lima acuan yang lebih lengkap mengenai pengetahuan-diri itu. Ini bisa kita lihat di The Bar-on Model of Emotion-Social Intelligence (2000).
                                       
Pengetahuan-diri di sini punya cakupan sebagai berikut:
Self-Regard: punya persepsi, punya pemahaman, dan punya penerimaan yang akurat. Tanda-tandanya adalah tidak minder dan tidak over; tidak rendah-diri dan tidak pula tinggi hati; tidak inferior dan tidak superior.
Emotion Self-Awareness: punya kesadaran terhadap berbagai emosi yang muncul di dalam dirinya. Tanda-tandanya adalah punya kemampuan dalam menangani stress atau menggunakannya untuk hal-hal positif, tidak menanggapi secara berlebihan (reaktif) terhadap kesenangan atau kesedihan, tetap bisa fokus pada hal-hal positif di tengah kekacauan atau kemapanan.
Assertiveness: punya kemampuan mengekspresikan perasaan secara konstruktif dan efektif. Tanda-tandanya adalah mampu memikirkan dan memilih kalimat atau ungkapan yang bagus dan kuat dalam berkomunikasi atau mengkomonikasikan sesuatu kepada orang lain.
Independence: punya kematangan dan keberlimpahan emosi, bahagia pada dirinya (self-worth) atau punya kemandirian mental (pede). Tanda-tandanya adalah tidak mudah tertusuk perasaannya oleh orang lain, tidak mudah merasa merana, rasional dalam menyelesaikan persoalan, tidak mudah terbuai oleh hal-hal yang menipu, atau punya locus of control ke internal.
Self-Actualization: punya tujuan yang terus direalisasikan dengan mengembangkan potensinya. Tanda-tandanya adalah memiliki langkah hidup yang dinamis (bergerak menuju ke yang lebih bagus, lebih tinggi, lebih besar, lebih mendalam, lebih bermanfaat, dst), punya kemauan belajar, berani bereksperimentasi ide-ide baru, tetap memiliki perhitungan, membutuhkan orang lain namun tidak mengandalkan mereka.

Refleksi Lima Kelompok Manusia *

1.    Manusia yang tidak tahu atau tidak mau tahu apa kelebihan dan apa keinginannya. Mereka menginginkan agar orang lain atau Tuhan menghendaki sesuatu untuk dirinya. Mereka ini termasuk pecundang yang kalah.  
2.    Manusia yang tahu dan mau tahu tetapi tidak tahu atau tidak mau tahu cara yang  harus ditempuh. Mereka ini termasuk orang yang frustasi.
3.    Manusia yang sudah tahu dan tahu cara yang harus ditempuh tetapi ujung-ujungnya  tidak mau melakukan. Mereka ini termasuk yang merugi.
4.    Manusia yang sudah tahu kelebihan dan keinginannya, tahu cara untuk mendapatkannya, dan sudah menggunakan cara itu, tetapi semangatnya setengah-setengah. Mereka ini termasuk pemalas.
5.    Manusia yang sudah tahu, tahu cara untuk mendapatkannya, dan sudah menggunakan cara dengan semangat yang tinggi atau selalu berusaha untuk membuat semangatnya menyala terus. Mereka ini termasuk orang yang beruntung.


B.   B.   Intrapersonal Skill
Menurut Howard Gardner (Frames of Mind: 1983),
Intrapersonal (skill / intelligence) adalah sensitivitas seseorang terhadap perasaannya, keinginannya, pengalaman hidupnya atau sensitivitasnya terhadap "hal-hal" yang mengancam dirinya. Sensitivitas di sini maksudnya lebih dekat pada pengertian sejauhmana orang itu mengetahui, menyadari dan bisa menggunakan "hal-hal" tersebut sebagai bahan pembelajaran-diri. Termasuk dalam pengertian ini adalah kesadaran seseorang terhadap kekuatan, kelemahan, rencana, dan tujuannya. Semakin bagus skill seseorang di beberapa hal ini kira-kira akan semakin akuratlah pengetahuannya.
Disebut skill berarti itu adalah hasil yang didapat berdasarkan pencapaian individu (achieved). Meskipun ada juga yang menyebutnya dengan intrapersonal intelligence, namun maksud intelligence di situ bukan kecerdasan bawaan, melainkan hasil pemberdayaan (new construct).
Sama seperti Howard Gardner, Microsoft Education menjelaskan bahwa yang disebut intrapersonal itu adalah kesadaran seseorang terhadap bakat, kemampuan, peluang, kekuatan, keterbatasan dan kelemahannya.Dan terbagi menjadi beberapa level dikarenkan semua orang mempunyai level pengetahuan diri yang berbeda.
Beberapa level menurut Microsoft Education adalah
Level 1
Anda baru mengetahui bakat, kemampuan, peluang, kekuatan, keterbatasan dan kelemahan anda. 
Level 2 
Anda menyadari bakat, kemampuan, peluang, kekuatan, keterbatasan dan kelemahan anda. Anda bisa memperkirakan berbagai bentuk kemampuan / kelemahan yang paling mungkin, dan bisa mensinergikannya dengan orang lain pada momen yang tepat.
Anda melakukan proses pembelajaran untuk meningkatkan skill atau pengetahuan anda. 
Level 3 
Anda sudah mengidentifikasi motif, harapan, kecenderungan, keinginan, dan kebutuhan secara akurat. Anda sudah punya gambaran yang jelas tentang diri anda (kemampuan, kelebihan atau bakat anda). Anda berusaha menggali feedback dengan berkreasi, terbuka terhadap kritik, terbuka menerima masukan perbaikan.
Anda sudah bisa mendeklarasikan kelebihan dan kelemahan anda secara fair.
Anda sudah bisa menghindari penudingan (blaming) atas apa yang menimpa anda atau kesalahan anda. 
Level 4 
Anda sudah bisa mengajari / membimbing orang lain untuk menemukan dan menggali potensi mereka. 

BAB III TEORI MOTIVASI
A.    A. Teori Motivasi
Motivasi dapat diertikan sebagai faktor pendorong yang berasal dalam diri manusia, yang akan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Dengan demikian, motivasi kerja akan berpengaruh terhadap performansi pekerja.
Menurut Hilgard dan Atkinson, tidaklah mudah untuk menjelaskan motifasi sebab :
1)      Pernyataan motif antar orang adalah tidak sama, budaya yang berbeda akan menghasilkan ekspresi motif yang berbeda pula.
2)      Motif yang tidak sama dapat diwujudkan dalam berbagai prilaku yang tidak sama.
3)      Motif yang tidak sama dapat diekspresikan melalui prilaku yang sama.
4)      Motif dapat muncul dalam bentuk-bentuk prilaku yang sulit dijelaskan
5)      Suatu ekspresi prilaku dapat muncul sebagai perwujudan dari berbagai motif.
Berikut ini dikemukakan huraian mengenai motif yang ada pada manusia sebagai
factor pendorong dari prilaku manusia.
Ø  Motif Kekuasaan
Merupakan kebutuhan manusia untuk memanipulasi manusia lain melalui keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Clelland menyimpulkan bahwa motif kekuasaan dapat berfifat negatif atau positif. Motif kekuasaan yang bersifat negatif berkaitan dengan kekuasaan seseorang. Sedangkan motif kekuasaan yang bersifat positif berkaitan dengan kekuasaan social (power yang dipergunakan untuk berpartisipasi dalam mencapai tujuan kelompok).
Ø  Motif Berprestasi
Merupakan keinginan atau kehendak untuk menyelesaikan suatu tugas secara sempurna, atau sukses didalam situasi persaingan (Chelland). Menurut dia, setiap orang mempunyai kadar n Ach (needs for achievement) yang berlainan. Karakteristik seseorang yang mempunyai kadar n Ach yang tinggi (high achiever) adalah :
·         Risiko moderat (Moderate Risks) adalah memilih suatu resiko secara moderat
·         Umpan balik segera (Immediate Feedback) adalah cenderung memilih tugasyang segera dapat memberikan umpan balik mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam mewujudkan tujuan, cenderung memilih tugas-tugas yang mempunyai criteria performansi yang spesifik.
·         Kesempurnaan (accomplishment) adalah senang dalam pekerjaan yang dapat memberikan kepuasaan pada dirinya.
·         Pemilihan tugas adalah menyelesaikan pekerjaan yang telah di pilih secara tuntas dengan usaha maiksimum sesuai dengan kemampuannya.


BAB IV PENUTUP
A. A.   Kesimpulan

Softkill dan hardskill sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, karna dengan kedua kemampuan itu kita bisa bersaing dalam dunia kerja dan dalam meraih sesuatu yang kita ingikan.
Dengan adanya softskill dan hardskill kita dapat lebih mudah dalam menjalani pekerjaan, dengan mudah kita dapat bekerjasa sama dengan orang lain.
Hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Hard skill adalah bakat yang dimiliki oleh seseorang dalam bidang tertentu.
Sedangkan soft skill adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Semua profesi membutuhkan keahlian (hard skill) tertentu akan tetapi semua profesi memerlukan soft skill. dan Soft skill adalah minat yg dimiliki oleh seseorang itu sendiri dalam berhubungan dengan orang lain.
tetapi akan lebih baiknya jika  antara Hard skill dan Soft kill dilakukan secara bersamaan atau seimbang agar keduanya dapat mendapatkan hasil yang maxsimal. Dan tidak mengecewakan. Dan dapat memajukan kekreatifitasan manusia di dunia.
Dan bagi semua orang diharap jangan hanya memiliki hard skill namun juga harus didukung oleh soft skill yang baik untuk hal kedepannya.

B.     B. Saran

 .........................................................................................................................................................................................





DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar